Tiratana
(Buddha, Dhamma, dan Saṅgha) memiliki kedudukan yang tinggi bagi umat Buddha.
Di dalam peraturan, para bhikkhu
hendaknya menghormati Tiratana secara
layak. Para bhikkhu tidak
diperkenankan berbicara mengenai Tiratana
secara main-main. Buddha, Dhamma, dan Saṅgha tidak diperkenankan dijadikan
bahan pembicaraan untuk kesenangan semata.
Menceritakan sebuah dongeng karangan
sendiri dengan menggunakan nama Buddha dan para bhikkhu siswa utama Buddha juga tidak diperkenankan. Hal ini
diberlakukan untuk menghindari berkembangnya cerita-cerita yang tidak dapat
sesuai mengenai kehidupan Buddha dan para siswa. Seorang bhikkhu juga tidak diperkenankan menceritakan kisah Buddha dan para
siswa Buddha dengan cara yang tidak sopan. Jika seorang bhikkhu menceritakan kisah Buddha dan para siswa secara tidak
sopan, hal itu dapat saja menghilangkan keyakinan umat Buddha terhadap ajaran
Buddha yang sesungguhnya. Oleh karena itu, seorang bhikkhu hendaknya menceritakan kisah Buddha dengan cara yang layak
sehingga dapat memperkuat keyakinan (saddhā)
pendengarnya.


